Sistem Respirasi dalam Manusia dan Haiwan
Advertisements
8.2 - Mekanisme Pernafasan
Mekanisme Pernafasan Serangga
Serangga bernafas melalui pengecutan dan pengenduran otot abdomen.
Tarikan Nafas:
- Otot abdomen mengendur.
- Isi padu sistem trakea meningkat, menyebabkan tekanan udara di dalam trakea menurun.
- Udara luar disedut masuk melalui spirakel.
Hembusan Nafas:
- Otot abdomen mengecut.
- Isi padu sistem trakea berkurang, menyebabkan tekanan udara di dalam trakea meningkat.
- Udara dipaksa keluar melalui spirakel.
Mekanisme Pernafasan Ikan
Ikan mengekalkan aliran air yang berterusan melalui insang dengan mengubah tekanan di dalam rongga mulut.
Tarikan Nafas (Kemasukan Air):
- Mulut dibuka.
- Dasar rongga mulut diturunkan.
- Rongga operkulum membesar, dan operkulum ditutup.
- Isi padu rongga mulut meningkat, menurunkan tekanan di dalamnya.
- Air yang mengandungi oksigen terlarut disedut masuk ke dalam mulut.
Hembusan Nafas (Pengeluaran Air):
- Mulut ditutup.
- Dasar rongga mulut dinaikkan.
- Air dipaksa melalui lamela insang untuk pertukaran gas.
- Bukaan operkulum dibuka, dan air dipaksa keluar.
Mekanisme Pernafasan Katak
Katak menjalankan pernafasan bukoparingks dan pernafasan peparu menggunakan tekanan positif.
Tarikan Nafas:
- Peringkat 1 (Udara masuk ke rongga mulut): Mulut dan glotis ditutup, manakala lubang hidung dibuka. Dasar rongga mulut diturunkan, mewujudkan tekanan rendah yang menarik udara masuk melalui lubang hidung.
- Peringkat 2 (Udara masuk ke peparu): Lubang hidung ditutup, glotis dibuka. Dasar rongga mulut dinaikkan, meningkatkan tekanan udara dan memaksa udara masuk ke dalam peparu.
Hembusan Nafas:
- Glotis dibuka dan peparu mengecut disebabkan oleh kecutan elastik, menolak udara kembali ke rongga mulut.
- Lubang hidung dibuka dan dasar rongga mulut dinaikkan, memaksa udara yang kaya dengan karbon dioksida keluar melalui lubang hidung.
Mekanisme Pernafasan Manusia
Pernafasan didorong oleh tindakan diafragma dan otot interkosta.
Tarikan Nafas:
- Otot interkosta luar mengecut, manakala otot interkosta dalam mengendur.
- Tulang rusuk bergerak ke atas dan ke luar.
- Otot diafragma mengecut, dan diafragma mendatar.
- Isi padu rongga toraks meningkat, menyebabkan tekanan di dalamnya berkurang melebihi tekanan atmosfera.
- Udara luar dipaksa masuk ke dalam peparu.
Hembusan Nafas:
- Otot interkosta luar mengendur, manakala otot interkosta dalam mengecut.
- Tulang rusuk bergerak ke bawah dan ke dalam.
- Otot diafragma mengendur, dan diafragma melengkung ke atas membentuk kubah.
- Isi padu rongga toraks berkurang, menyebabkan tekanan di dalamnya meningkat melebihi tekanan atmosfera.
- Udara dipaksa keluar dari peparu.
Advertisements
Answer practice questions to test your knowledge
Practice